Tampilkan postingan dengan label Melatih Berteman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Melatih Berteman. Tampilkan semua postingan
12 Jan 2011
Tips Melatih Anak Berteman (2)
JADILAH TEMAN BERMAIN
Hubungan dengan saudara kandung di rumah, tambah Rostiana, juga akan mempengaruhi perilaku si kecil di luar atau dalam berteman. "Jika si kakak sering mengajak adiknya main bareng, biasanya si adik akan lebih mudah berteman dengan anak lain," katanya.
Begitu pun jika si kakak berperilaku agresif pada adiknya. Misal, si kakak sering mengolok-olok, mengejek dan mengusili adiknya. "Nah, si adik akan mengadopsi. Ia akan berlaku seperti itu juga pada teman-temannya," ujar Rostiana. Karena itu, lanjutnya, orang tua harus waspada jika hubungan anak-anaknya hanya diwarnai dengan agresivitas. "Mereka harus dicegah dan jadilah penengah di antara mereka," anjurnya. Sebab, bila sampai keterusan, si kecil bisa jadi tak populer nantinya.
Tips Melatih Anak Berteman (1)
Berteman, kok, pakai dilatih? Nanti pun si kecil bakal punya teman. Benar! Tapi, teman yang seperti apa? Sebaliknya, apakah si kecil pun bisa menjadi teman yang diterima di kelompoknya?
Setiap orang butuh teman, tak terkecuali anak-anak. Bahkan, kebutuhan akan teman sudah tampak sejak bayi, yakni ketika bayi berhenti menangis bila seseorang menghampirinya. Kebutuhan ini makin meningkat seiring dengan berkembangnya bayi menjadi "dewasa".
Di masa kanak-kanak, seorang anak membutuhkan teman bukan hanya untuk bermain, tapi juga untuk memperoleh pengalaman belajar. Banyak hal diperoleh anak dengan berteman. Antara lain, kemandirian. Ia belajar berpikir sendiri dan mengambil keputusan sendiri. Ia pun belajar menerima pandangan dan nilai-nilai kelompok, belajar tentang perilaku yang diterima dan ditolak kelompok. Kepercayaan dirinya jadi tumbuh bila ia mampu menyesuaikan diri.
Langganan:
Postingan (Atom)
